Tuesday 29th September 2020

Menunggu Janji Allah

Menunggu Janji Allah

Renungkan beberapa tokoh Alkitab dalam hal menunggu : Abraham, menunggu 25 tahun dari menerima janji Allah sampai mendapatkan Ishak.
Yakub , menunggu 7 tahun 7 hari untuk mendapat Rahel,dengan tambahan harus bekerja 7 tahun lagi.
Yusuf menunggu 13 tahun dari periode dibuang ke sumur tua dan menjadi orang ke dua di Mesir.
Musa menunggu 40 tahun di padang gurun Midian sebelum memimpin keluar bangsa Israel dari Mesir.
Menunggu untuk sesuatu yang tidak pasti adalah hal yang membosankan. Tetapi menunggu hal yang pasti dan yang membahagiakan adalah penuh sukacita di dalam Anugerah Tuhan. William Carey mengatakan : “masa depanku adalah seterang janji Allah”. Alkitab menuliskan karakter dari janji Allah yaitu :
1.Murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. ( Mazmur 12 : 6 ).
2.Sangat teruji ( Mzm 119 : 140 )
Mengapa disebut seperti perak murni ? Zaman dahulu perak dipakai sebagai cermin karena kejernihannya. Pengotor pada perak hanya akan menghasilkan kekeruhan. Perak yang murni akan menghasilkan kemilau yang indah. Janji Allah itu sangat terang dan jelas.Semua janji-Nya sudah tertulis di dalam Alkitab. Selama ribuan tahun Firman-Nya dibaca dan diuji oleh manusia, dan tidak ada satupun janji Tuhan yang tidak digenapi. Perkataan Tuhan sangat teruji. Dia bukanlah manusia yang kadang ingkar janji. Abraham mampu bersabar karena dia tahu Siapa yang sudah berjanji kepadanya.
Saat Allah melakukan perjanjian dengan umat-Nya, itu adalah perjanjian antara Bapa yang Setia dan anak-anak-Nya. Bapa kita adalah Bapa yang tidak bisa ingkar janji. Dia tahu saat tepat menolong kita. Dia tahu kita ini manusia lemah yang hidup dalam dunia yang jahat. Anda bisa renungkan, kita ini sedang hidup di bawah perjanjian dengan Bapa yang sedang bekerja untuk menepati janji-Nya. Berapa lamakah janji Allah kepada kita masing-masing akan digenapi? Hanya Tuhan yang tahu, tetapi yang pasti Dia selalu memenuhi setiap detail janji-Nya. Abraham memiliki anak Ishmael pada umur 86 tahun, tetapi Ia baru memiliki anak perjanjian yaitu Ishak saat berumur 100 tahun. Coba kita renungkan, dengan segala kekayaan Abraham, apa susahnya bagi dia untuk mengambil gundik dan melahirkan anak saat Abraham berumur 30 atau 40 tahun. Dia tidak perlu menunggu selama setengah abad lebih untuk memiliki anak.
Dengarlah, bahwa dunia selalu menawarkan solusi instan yang menawarkan pemenuhan palsu akan janji Allah tetapi justru menimbulkan banyak masalah di belakang. Penggenapan janji dari Allah selalu menghasilkan kemuliaan bagi Allah dan sukacita melimpah bagi kita.

Aplikasi
Menunggu janji Allah adalah menunggu dengan sukacita yang besar, bukan dengan bersungut-sungut. Tekunlah dan terus kerjakan keselamatanmu, karena itulah kehendak Tuhan. Jika anda berharap kepada janji manusia, maka anda akan kecewa. Berharaplah dan bergantung kepada Allah, bukan kepada manusia. Karena Alkitab mengatakan “ terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN ! “ ( Yer 17 : 5 ).
Di satu sisi, jadilah orang percaya yang bisa dipegang perkataannya. Kebohongan yang terus dibiarkan akan menjadi gaya hidup sehingga suatu saat orang tidak takut lagi untuk berbohong. Mungkin sesamamu tidak tahu, tetapi Allah Maha Tahu. Perjalanan di bumi terlalu singkat jika dibandingkan dengan kekekalan. Ikutilah teladan Yesus, Dia tidak pernah ingkar janji. Jika ya katakan ya, tidak katakan tidak.

(GW/Escadron)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply